Pengemis

Seperti berlian dan mutiara

Kerlipan bintang dan cahaya purnama

Tanpa awan tanpa angin

Hanya sejuk, terselimuti sepi

 

Ia dongakkan kepala

Mata yang menatap dalam hampa

Di hadapan api unggun yang menari

Dalam hutan termenung sendiri

 

Pada batang pinus ia bersandar

Merindukan hangat dan kelembutan

Kabin kecil pun tidak apa

Hanya butuh kenyamanan di bawah atap

 

Orang menyebutnya petualang

Pengembara gunung salju dan aurora

Penangkis badai dan penyambut senja

Namun ia hanyalah pengemis,

Penangis,

Penyendiri,

Menahan diri dari sakit,

Berteman dengan gelap dan sunyi

Beradu raungan dengan iblis

Hanya seorang diri,

Menelusuri tepian hati yang usang dan dekil

Diam-diam menunggu fajar pagi hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s