Jatuh

Saat itu tengah malam
Apinya bergetar dan hampir padam
Kata-kata sang bijak terngiang
Saat lembaran kertas tertiup dan terbang

Kesadarannya tergelincir dan jatuh
Dan ditemukannya hutan tak tersentuh
Dimana segalanya tertutupi warna yang salah
Daun ungu, batang biru, langit merah

Seseorang memanggilnya dari kejauhan
Ternyata pria tua yang kelelahan
“Telah kutempuh jalur terpanjang”
Begitu katanya saat ia berdendang

“Aku telah membuatkan sesuatu
Untukmu karyaku
Bagimu harapanku
Kepadamu kuberikan kebijaksanaanku
Yang telah kuraih
Selama ku letih
Yang telah ternodai
Begitu kugapai
Aku ingin memberitahumu
Bahwa petualanganku adalah inspirasimu
Tanpa kau pun sadar, kuberikan padamu
Semua untuk kau jadikan syair dan lagu
Disitulah akan kau ukir jejakku”

Saat itu tengah malam
Ketika ia terbangun dengan lilin yang padam
Sadar bahwa ia telah terjatuh tadi
Terjatuh dan terbawa ke dalam mimpi

Di lantai lembaran kertas berserakan
Sudah terbiasa ia dalam ketidakteraturan
Pertanyaan tanpa kata membawa rasa heran
Namun ia tahu apa yang harus dilakukan

Satu kata akan menjadi satu kalimat
Dalam kesadaran yang berfondasi ia melesat
Tahu apa yang akan ditulisnya
Tahu telah terjatuh dalam imajinasinya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s