Terowongan

Terowongan itu seperti jalur yang kelam
Gema tetesan air dalam temaram
Sembari bersandar pada dinding yang lembab
Diarahkannya lentera menembus jarak yang gelap

Disitu dingin dan tak berbau
Siang atau malam ia tak tahu
Barangkali di atas sana bergelimpangan tubuh
Tanpa kicauan tanpa gendang bertabuh

Keringatnya tak akan menguap
Nafasnya terlihat dan matanya sembab
Sudah lama sekali tak menyapa langit
Pintu keluar terganjal tanpa berderit

Sekian jam sekian hari sekian minggu
Setiap detik setiap menit berlalu
Ia selalu ingat namun rindu
Pada warna yang pernah mengisi abu-abu

Hidupnya tak tahu kapan akan berakhir
Tubuhnya sekarat usianya bergulir
Mungkin esok mungkin lusa
Menunggu adalah permainan yang menyiksa

Di sini ia tak dapat melakukan lompatan
Menantikan apapun bahkan kejutan
Namun terowongan itu hanyalah jalur yang kelam
Mungkin di situlah ia akan selamanya bersemayam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s